Korban Kecelakaan Meningkat, Mahasiswa UNJA dan UIN STS Jambi Bawa Usulan Pembangunan Jalan Dua Jalur Mendalo ke DPR RI

Korban Kecelakaan Meningkat, Mahasiswa UNJA dan UIN STS Jambi Bawa Usulan Pembangunan Jalan Dua Jalur Mendalo ke DPR RI

BEKABAR.ID, MUAROJAMBI - Minimnya infrastruktur yang menjadi urat nadi bagi kalangan akademis menuju dunia pendidikan tinggi, seperti jalan di kawasan Mendalo Darat, Simpang Sungai Duren, Muaro Jambi, kembali menjadi sorotan publik.

Sebagai jalan nasional yang menjadi akses utama menuju kawasan kampus, jalan tersebut kini dianggap sempit dan tak mampu menampung lonjakan volume kendaraan.

Hal ini tidak hanya melibatkan kendaraan umum, tetapi juga truk-truk pengangkut batu bara, yang semakin memperburuk situasi. Akibatnya, angka kecelakaan di jalur tersebut terus meningkat.

Data dari Satlantas Polres Muaro Jambi mencatat, sepanjang 2024 hingga April 2026, telah terjadi 91 kecelakaan lalu lintas di jalur tersebut, dengan total 12 korban jiwa. Pada tahun 2024, tercatat 29 kecelakaan dengan lima korban tewas. Angka ini terus meningkat pada tahun 2025, dengan 44 kecelakaan dan lima korban tewas. Sementara itu, hingga April 2026, telah terjadi 18 kecelakaan dengan dua korban meninggal dunia.

Ironisnya, sekitar 80 persen dari korban kecelakaan merupakan civitas akademika Universitas Jambi (UNJA) dan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi (UIN STS) yang setiap hari harus melintasi jalur tersebut dalam aktivitas menuju kampus.

Pada kesempatan kali ini, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJA, Rahmad Zaki, hadir untuk menyerahkan langsung usulan serta kajian terkait persoalan ini kepada anggota DPR RI Dapil Jambi, Edi Purwanto. Pembahasan mengenai persoalan tersebut dilakukan dalam rapat usulan percepatan pembangunan jalan dua jalur Mendalo di Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Jambi, Kamis (7/5/2026).

Rahmad Zaki, yang juga Presiden BEM UNJA, menilai bahwa pemerintah terlalu lambat merespons persoalan ini, yang terus menelan korban jiwa. "Setiap tahun korban terus bertambah, namun penyelesaiannya selalu terhambat dengan alasan klasik seperti anggaran dan pembebasan lahan. Sementara mahasiswa mempertaruhkan nyawa setiap hari di jalan ini," tegas Zaki.

Dalam rapat tersebut, Zaki menyerahkan dokumen kajian mahasiswa secara langsung kepada Edi Purwanto dan mendesak agar masalah ini segera mendapat perhatian serius hingga tahap realisasi. "Kami berharap Pak Edi Purwanto benar-benar memperjuangkan pembangunan jalan dua jalur Mendalo-Pijoan ini, bukan sekadar menjadikannya wacana tahunan," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Edi Purwanto menegaskan bahwa pembangunan jalan dua jalur Mendalo merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera direalisasikan, mengingat faktor keselamatan masyarakat dan masa depan kawasan pendidikan di Jambi. "Ini bukan sekadar proyek jalan biasa, ini menyangkut keselamatan masyarakat dan mahasiswa. Kami akan kawal prosesnya mulai dari studi kelayakan (FS), detail engineering design (DED), hingga dukungan anggaran pusat," kata Edi.

Namun, mahasiswa menegaskan bahwa mereka tidak lagi membutuhkan janji-janji berulang yang hanya terdengar manis di mulut tetapi minim aksi nyata. Mereka berharap, kali ini, langkah konkret yang menyelamatkan nyawa harus segeradiambil tanpa ada penundaan lebih lanjut.

Editor: Sebri Asdian