BEKABAR.ID, KERINCI - Warga yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Merao, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, menyampaikan apresiasi atas pekerjaan normalisasi sungai yang tengah dilakukan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Proyek tersebut dinilai mulai memberi dampak nyata terhadap pengurangan risiko banjir yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan rutin di kawasan itu.
Normalisasi Batang Merao dipandang sebagai upaya strategis untuk mengatasi sedimentasi dan pendangkalan sungai—dua faktor utama yang kerap memicu luapan air saat curah hujan meningkat. Sejumlah warga menyebut, sebelum pekerjaan dimulai, banjir musiman hampir selalu menggenangi permukiman dan lahan pertanian di bantaran sungai.
“Sekarang aliran sungai sudah lebih tertata dan lancar. Kami merasa lebih tenang dibanding sebelumnya,” kata seorang warga yang tinggal di kawasan bantaran Batang Merao. Ia berharap pekerjaan tersebut dapat berlanjut hingga tahun-tahun mendatang, termasuk penguatan struktur tebing sungai di sisi kiri dan kanan untuk perlindungan jangka panjang.
Selain hasil fisik pekerjaan, warga juga menyoroti pola kerja di lapangan. Mereka menilai PT Wika menerapkan disiplin manajemen proyek yang ketat, terutama terkait keselamatan dan kualitas pelaksanaan. Setiap pagi, sebelum alat berat mulai beroperasi, jajaran pengawas dan manajemen proyek secara rutin menggelar briefing kepada para pekerja.
Dalam pengarahan tersebut, penekanan diberikan pada kepatuhan terhadap petunjuk teknis, standar operasional prosedur, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Menurut warga, praktik ini penting untuk memastikan pekerjaan berjalan terencana, aman, dan tidak menimbulkan dampak tambahan bagi lingkungan sekitar. “Ada arahan dulu sebelum bekerja. Itu terlihat jelas di lapangan,” ujar warga lainnya.
Program normalisasi Sungai Batang Merao merupakan bagian dari upaya pengendalian banjir dan perlindungan kawasan permukiman serta infrastruktur vital di Kerinci dan Sungai Penuh. Keterlibatan PT Wika sebagai pelaksana diharapkan dapat memastikan pekerjaan selesai sesuai rencana dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sepanjang aliran sungai.

Warga juga berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha milik negara dapat terus berlanjut, khususnya dalam pembangunan infrastruktur pengendalian bencana di wilayah rawan banjir. Bagi mereka, keberlanjutan program menjadi kunci agar upaya pengurangan risiko tidak berhenti pada satu tahap pekerjaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, komitmen pelaksanaan proyek ini dijalankan oleh WIKA bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera IV serta mitra pelaksana CV Desabel yang dikomandoi Jondriadi Johan, dengan target penyelesaian normalisasi di tujuh segmen Batang Merao. Pelaksanaan pekerjaan disebut mengacu pada petunjuk teknis yang berlaku dan menempatkan kepuasan serta keselamatan masyarakat sebagai salah satu pertimbangan utama. (*)


