Tak Hanya Produksi Minyak, Pertamina EP Jambi Ikut Menggerakkan Ekonomi Desa

Tak Hanya Produksi Minyak, Pertamina EP Jambi Ikut Menggerakkan Ekonomi Desa

BEKABAR.ID, JAMBI - Industri hulu migas selama ini kerap dipandang hanya sebatas aktivitas pengeboran dan produksi minyak. Namun, di balik operasional yang berjalan, ada upaya lain yang turut digerakkan, yakni membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Hal itu terlihat dalam kegiatan Media Field Trip yang digelar Pertamina EP (PEP) Jambi bersama SKK Migas Sumbagsel dan melibatkan Forum Jurnalis Migas (FJM) Jambi, Selasa (23/6). Kegiatan tersebut tidak hanya memperlihatkan aktivitas operasional perusahaan, tetapi juga membuka fakta bahwa industri migas turut berkontribusi dalam pengembangan ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasi.

Salah satu program yang diperkenalkan adalah pemberdayaan masyarakat melalui budidaya ikan air tawar di Desa Kasang Lopak Alai. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Pjs Field Manager PEP Jambi, Alfian Mayando, mengatakan industri hulu migas saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada produksi energi, tetapi juga berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, perusahaan memiliki tanggung jawab untuk memastikan kehadiran industri dapat mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dan memperkuat potensi ekonomi lokal.

"Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta kemandirian usaha yang berkelanjutan," kata Alfian.

Selain program pemberdayaan masyarakat, PEP Jambi juga mengajak para jurnalis melihat langsung kesiapsiagaan Tim Fire & Rescue yang telah tersertifikasi BNSP dalam mendukung penanggulangan keadaan darurat di wilayah operasional.

Alfian menegaskan, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang utuh kepada masyarakat terkait bagaimana industri hulu migas beroperasi secara aman, andal, dan bertanggung jawab.

"Media bukan hanya saluran penyampai informasi kepada publik, tetapi juga mitra strategis yang berperan dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap industri hulu migas," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Kurnia Ariwijayanti, menyebut industri hulu migas merupakan sektor yang membutuhkan investasi besar dan memiliki risiko tinggi. Karena itu, dukungan serta pemahaman masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar kegiatan operasi berjalan lancar.

Ia mengatakan, kehadiran industri migas tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Melalui media, kami berharap masyarakat dapat lebih memahami bahwa kegiatan eksplorasi dan produksi migas yang dilakukan KKKS merupakan bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan manfaat bagi negara, mulai dari mendukung kebutuhan energi hingga berkontribusi terhadap pembangunan nasional," jelasnya.

Kurnia menambahkan, program pengembangan masyarakat menjadi salah satu bukti bahwa industri migas tidak berdiri sendiri sebagai sektor bisnis, melainkan hadir sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Manfaat tersebut, kata dia, dapat dirasakan melalui peningkatan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, hingga sektor lingkungan.

Di sisi lain, Ketua Forum Jurnalis Migas (FJM) Jambi, Mursyid Sonsang, menilai kegiatan semacam ini penting untuk memperkuat kualitas pemberitaan yang disajikan kepada publik.

Menurutnya, kesempatan melihat langsung aktivitas di lapangan akan membantu insan pers memahami proses bisnis industri hulu migas secara lebih menyeluruh.

"Kami berharap kolaborasi dan komunikasi yang terbuka antara perusahaan, SKK Migas, dan media dapat terus terjalin dengan baik," ujarnya.

Editor: Sebri Asdian